Selamat Datang Di Situs resmi Padepokan Gunung Jati.(Asuhan Langsung Oleh Sesepuh Mbah Jenar)Tulisan DisIni Hanya Wejangan Semata,Ambil Sisi Positifnya Saja.

TIRAKAT

Liring sepuh sepi hawa Awas roroning atunggal Tan samar pamoring sukma Sinukmanya winahya ing ngasepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena Sumusiping rasa jati Sajatine kang mangkana Wus kakenan nugrahaning Hyang Widhi Bali alaming asuwung Tan karem karameyan Ingkang sipat wisesa-winisesa wus Milih mula-mulanira Mulane wong anom sami. Manusia jawa (tiyang Jawi) pada saat tertentu rela/mau dengan sengaja, menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksud- maksud ritual dalam budaya spiritualnya, yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu mengatasi kesukaran-kesukaran, kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. Mereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun, dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala. Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja (Mutih) pada hari senin dan kamis, dengan jalan berpuasa pada bulan puasa (Siyam) ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari (Nglowong) menjelang hari-hari besar Islam, seperti pada Bakda Besar (Bulan pertama menurut perhitungan orang Jawa), yaitu bulan Sura. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali (tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan) ngepel, untuk jatah makannya selama satu atau dua hari, atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng), bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat, yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni). Tirakat dapat juga dijalankan pada saat- saat khusus, misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat, waktu mengalami krisis dalam keluarga, jabatan, atau dalam hubungan dengan orang lain, tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya, pada waktu terkena bencana alam, epidemi dan sebagianya. Dalam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya. Bertapa ( Tapabrata ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting, Dalam kesusateraan kuno orang kuno, konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep Hindu tapas, yang berasal dari buku-buku Veda. Selama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat, dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi, serta mampu menahan hawa nafsu, orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. Dalam cerita-cerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa, dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. Knebel (1897 : 119-120 ) dalam karangannya mengenai kisah Darmakusuma, murid dari seorang wali di abad ke 16, berbagai cara menjalankan tapa adalah : 1. Tapa ngalong, dengan bergantung terbalik, dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. 2. Tapa nguwat, yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga, atau orang keramat, untuk suatu jangka waktu tertentu. 3. Tapa bisu, dengan menahan diri untuk tidak berbicara, cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji. 4. Tapa bolot, yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. 5. Tapa ngidang, dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan. 6. Tapa ngramban, dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 7. Tapa ngambang, dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. 8. Tapa ngeli, adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. 9. Tapa tilem, dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. 10. Tapa mutih, yaitu hanya makan nasi saja, tanpa lauk pauk. 11. Tapa mangan, dilakukan dengan jalan tidak tidur, tetapi boleh makan. Ketiga jenis tapa yang tersebut terakhir, sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja, oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. Walaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke 11 jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah, semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri, atau dilakukan dengan cara menggabung- gabungkan. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu, sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan fungsional antara tirakat dan tapabrata. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi, dengan maksud untuk memperoleh wahyu. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian, akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. Meditasi atau Semedi. Bahwa meditasi dan tapa adalah sama, serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. Teknik- teknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacam-macam, yaitu dari yang sangat sederhana, seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah, hingga yang sukar dan berat dijalankan, seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai, dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya, sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama 12 jam berturut-turut. Meditasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata, orang yang melakukan tapa ngeli misalnya, tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong, tidak berbuat apa-apa, ia biasanya juga bermeditasi. Sebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain, misalnya dengan berpuasa atau tirakat. Maksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacam-macam, misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik, untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian, untuk mendapatkan wahyu, yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh kesaktian ( kasekten ) disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta.

Bagikan Lewat :

Facebook Google+ Twitter

PERAN GURU DALAM BELAJAR ILMU GAIB

Apakan belajar keilmuan harus ada guru pembimbing?
Apa yang terjadi bila belajar ilmu gaib tanpa guru dan tanpa pengijasahan langsung?
Apakan pengijasahan itu mbah??

Bisa di katakan setiap hari ada sms masuk di hp saya pertanyaan seperti di atas.perlu saya sampaikan di sini,bagi anda sebagai pemula belajar keilmuan yaitu ilmu gaib yang mengandung khodam-khodam tertentu dan mengandung unsur magic yang tidak bisa di cerna oleh akal fikiran manusia. Di sini akan saya jelaskan sedikit tentang pertanyaan seperti di atas,agar di lain waktu bila anda ingin menguasai ilmu-ilmu gaib anda sudah mengerti arti dari peran guru dan pengijasahan langsung kusus anda sebagai pemula belajar ilmu gaib.

1.apakan belajar ilmu gaib harus ada guru pembimbing?

-harus..!peran guru di dalam mengajarkan ilmu gaib adalah sebagai penuntun,yaitu guru mengajarkan sang murid harus mengikuti,misal untuk mengamalkan ajian tertentu si murid di suruh puasa selama sekian hari.dan mantranya harus di baca sekian kali juga.jadi peran guru,selain membimbing,mengawasi,menyelaraskan keilmuan yang cocok buat muridnya.juga membimbing agar sang murid tidak menyalahgunakan keilmuan yang telah di ajarkan dan membimbing menjadi orang yang waksito.

2.apa yang terjadi bila belajar ilmu gaib tanpa guru dan pengijasahan langsung?

-banyak orang yang belajar ilmu tanpa guru mengalami gangguan mental,dikarenakan ilmu yang di amalkan tidak cocok dan raga si pengamal belum siap menampung ilmu tersebut.karena di paksakan ingin juga menguasai ilmu tersebut maka di pastikan bisa mengakibatkan gangguan mental bahkan menjadi stres.sebelum sangguru mengijasahkan keilmuan pada si murid.harus di selaraskan dulu melalui proses pengijasahan yaitu dengan cara melalui nama lengkap,agama,dan nama ibu kandung..

"mengapa kok pakai ibu saya segala mbah.nanti ibu saya buat tumbal ilmu??"

pertanyaan di atas juga sering masuk dalam Hp saya.terkadang saya cuma tersenyum membaca pertanyaan seperti di atas.tapi saya sudah tahu.anda sebagai pemula belajar ilmu gaib sampai pertanyaan begituan masuk ke Hp saya.akan saya beberkan sedikit.untuk apa nama ibu kandung anda saya minta untuk pengijasahan suatu keilmuan.peran ibu kandung anda adalan untuk penyelarasan keilmuan,agar dapat dengan mudah anda kuasai dan cepat menyatu dalam darah daging anda.jadi keilmuan tersebut menyatu dan bisa anda kuasai dengan mudah lewat penyelarasan nama ibu anda.

3.apa sih pengijasahan ilmu itu mbah.??

-pengijasahan ilmu adalah memberikan/menurunkan keilmuan yang telah di ridoi dengan iklas oleh sang guru.jadi dengan demikian ilmu cepat dapat di kuasai karena sudah dapat restu dari sang pemilik atau yang mengijasahkan ilmu tersebut.ibarat anda mau pergi merantau.pasti anda akan meminta doa restu dari kedua orang tua anda.supaya anda di perantauan nanti berhasil,bisa sukses,selamat pergi di jalan sampai pulangnya kembali.begitu juga dengan suatu keilmuan. Sedikit saya beberkan pertanyaan-pertanyaan yang sering anda tanyakan kusus yang pemula belajar keilmuan.semoga bermanfaat dan mengerti pokok-pokok keilmuan dan kegunaan seperti pertanyaan di atas.

Trimakasih.Telah Sudi Membaca Uneg-Unek Saya.salam peseduluran.

ASAL TAHU

Banyak mahluk halus yang juga menyukai emas dan berlian seperti
manusia. Mereka menyimpannya untuk dirinya sendiri. Anda sendiri dapat
membuktikannya. Cobalah cincin emas anda (yang kualitas emasnya
bagus), diikat dengan benang yang cukup panjang. Kemudian cincin itu
dipendam di dalam tanah sedalam 50 cm atau lebih dalam lagi. Lokasinya
anda rahasiakan. Hanya anda saja yang tahu. Benang yang mengikat
cincin itu tidak semuanya ikut dipendam, sebagian menjulur di atas
tanah, dan diikatkan ke batang pohon, dsb, sebagai tanda penunjuk
lokasi cincin itu dipendam. Dalam tempo 3 hari atau lebih jangan
diperiksa atau ditengok lokasi pendamannya. Bila kualitas emas anda
bagus dan disukai oleh mahluk halus, selewat 3 hari cincin emas anda
akan hilang. Yang tersisa hanya benang yang digunakan mengikat cincin
tersebut.

ASAL TAHU.

Keblek,bentuknya hampir sama dengan kelelawar,tetapi seukuran dengan merpati,ciri khasnya mata binatang ini bersinar kemerahan seperti darah,bila suatu tempat di huni keblek,maka di pastikan tempat tersebut ada silumanya.di lingkungan msyarakat jawa keblek di percaya sebagai jelmaan siluman.bila keblek datang,tak lama kemudian pasti akan diikuti oleh kehadiran siluman.

ASAL TAHU

Mata kiri kera di tumbuk sampai halus kemudian

di campur dengan minyak misik,di campur

sperma sendiri dan ari-ari bayi laki2 yang lahir

pada malam anggara kasih yang pertama lahir

dari seorang ibu,anak pertama, kemudian di asapi

kemenyan putih dan kemudian di tanam di

kuburan orang yang baru meninggal hari jum at

kliwon, selama 7 hari, setelah tujuh hari di

ambil ,kegunaannya untuk bisa lolos badan kita

pada lubang yang kecil.

ASAL TAHU.

Rumput alang-alang dapat di gunakan untuk sarana mistik mengantung jodoh wanita agar tak laku kawin,caranya,alang-alang yang telah di beri mantra si alang-alang di buat simpul,bisa 3 simpul atau 7 sesuai keinginan si pengirim.setelah itu alang-alang di tanam di sekitar rumah wanita yang di maksud,niscaya wanita tersebut tak laku kawin sampai tua meski parasnya cantik.

Asal tahu

Tuyul merupakan siluman piaraan manusia yang paling populer.ia bisa di suruh mencuri,juga bisa diperintah membuat orang sakit,konon tubuh tuyul mengandung unsur besi,hal ini kemungkinan bila di hubungkan dengan hobinya bermain dari bahan unsur besi.karat besi termasuk makanan tuyul,karena tubuhnya mengandung unsur besi,tuyul takut dengan besi sembrani.

ASAL TAHU

buah kelapa ini memang banyak

kegunaan yang tua bisa di ambil santannya dan di

jadikan minyak,dan yang muda bisa di jadikan

sarana teluh,sarana teluh yang di maksud adalah

bila sebuah kelapa muda diambil dan dipotong

ujungnya atau di lobangi di bagian tampuk

kebudian di masukkan salah satu binatang

seperti ,katak,ikan ,lintah atau binatang yang

memiliki bisa,setelah itu di mantrai dan di tanam

di saluran pembuangan limbah dapur selama 7

hari 7 malam setelah selesai air yang di dalam

kelapa di gunakan untuk di oleskan ke sasaran

atau di pakaiannya maka orang yang terkena akan

mengalami sakit kulit yang parah.

ASAL TAHU

SILUMAN.

jenis ini tinggal di daerah yang berair seperti di sungai,danau,laut,sendang.dll.msyarakat siluman di atur seperti msyarakat zaman kuno,ada ratu dan raja,golongan bangsawan,prajurit,budak,rakyat,dan seterusnya.tinggalnya pasti di kraton-kraton atau rumah-rumah yang bergaya kuno.pendek kata,meraka tak terpengaruh modernitas,tetap berpegang teguh pada tradisi siluman.

ASAL TAHU

BEKASAKAN.

Nama ini di tunjukan pada makluk halus yang tidak sempurna dan jahat perbuatanya.biasanya wajah mereka sangat jelek.dan kadang berwajah seram sangat menakutkan.orang awam yang melihat pasti akan takut bahkan kadang pingsan.mereka di masukkan dunia kriminal.bukan saja menggangu manusia,makluk halus yang baik-baik juga di gasaknya.dan oleh orang jawa di beri nama bekasakan.artinya tidak sopan dan kasar.