MENGENAL UBO RAMPE DAN SAJEN RITUAL

Bagi orang jawa upacara tradisi,ritual selamatan ataupun gelar
sajen(sesaji)adalah peristiwa yang sudah di akrabi sejak lahir.setiap
orang jawa yang lahir sudah di perkenalkan dengan selamatan kelahiran
dengan segala uborampe(perlengkapanya).
Meskipun pada perjalanan zaman budaya tradisi peninggalan nenek moyang
yang berhubungan dengan ketuhanan,alam
semesa,kehidupan,kelahiran,perkawinan,kematian,dan pemeliharaan barang
pusaka itu saat ini stdah mulai di tinggalkan orang.banyak hal yang
menjadi penyebab orang meninggalkan prosesi ritual atau selamatan yang
telah di lakukan secara turun temurun itu.salah satunya adalah trasfer
pewarisan prosesi ritual tidak di ikuti dengan penjelasan
maksud,tujuan serta simbol-simbol yang terkandung di dalamnya.
Dengan demikian orang tua mengenalkan tradisi ritual sebatas kulitnya
saja.akibatnya,generasi ini menganggap bahwa prosesi ritual menjadi
semacam acara yang tidak memiliki makna apa-apa bahkan terkesan ribet
alias merepotkan.padahal kalau kita cermati,budaya peninggalan nenek
moyang yang adiluhung itu merupajan modal sosial dan memiliki nilai
yang besar bagi terciptanya kebersamaan,gotong-royong,guyub rukun dan
saling menghargai sesama orang.
Terlepas dari perlu tidaknya upacara tradisional dan ritual di
gelar,yang jelas untuk memahami umborampe atau perlengkapan sajen
upacaranya saja masyarakat zaman sekarang banyak yang tidak
tahu.bahkan tidak sedikit orang menilai munculnya ubo rampe sajen
dalam upacara tradisi dan ritual jawa justru di anggap sebagai cermin
memuja setan.meskipun tidak sedikit pula yang menepis bahwa uborampe
sajen justru menjadi manifestasi rasa syukur atau perlambang suatu
permohonan kepada tuhan yang maha esa(allah).
Permohonan yang tulus tersebut di wujudkan dengan rasa keiklasan
penderma ketikan membelanjakan syarat uborampe atau pernak-pernik
aneka sajen tanpa sedikit pun merasa berat atau terbebani.belum lagi
bila sajen usai di doakan maka uborampe sesaji wajib di bagi-bagikan
atau di makan besama-sama.setidaknya peristiwa ini mewujudkan rasa
iklas untuk bersedekah.
Nenek moyang orang jawa percaya adanya allah yang maha esa di percaya
sebagai gusti kang moho tunggal,gusti kang moho widhi,gusti kang murbo
ing jagad,gusti kang moho suci,dan seterusnya sebagai mana sifat-sifat
allah yang di yakini penganut agama islam pada umumnya.tetapi kepada
anak keturunan generasinya,nenek moyang orang jawa sejak kecil juga
sudah memperkenalkan dengan hal-hal gaib atau makluk penjaga
teritorial,seperti penjaga laut,penjaga bumi,dls.

Tulisan Terbaru

PERAN GURU DALAM BELAJAR ILMU GAIB

Apakan belajar keilmuan harus ada guru pembimbing?
Apa yang terjadi bila belajar ilmu gaib tanpa guru dan tanpa pengijasahan langsung?
Apakan pengijasahan itu mbah??

Bisa di katakan setiap hari ada sms masuk di hp saya pertanyaan seperti di atas.perlu saya sampaikan di sini,bagi anda sebagai pemula belajar keilmuan yaitu ilmu gaib yang mengandung khodam-khodam tertentu dan mengandung unsur magic yang tidak bisa di cerna oleh akal fikiran manusia. Di sini akan saya jelaskan sedikit tentang pertanyaan seperti di atas,agar di lain waktu bila anda ingin menguasai ilmu-ilmu gaib anda sudah mengerti arti dari peran guru dan pengijasahan langsung kusus anda sebagai pemula belajar ilmu gaib.

1.apakan belajar ilmu gaib harus ada guru pembimbing?

-harus..!peran guru di dalam mengajarkan ilmu gaib adalah sebagai penuntun,yaitu guru mengajarkan sang murid harus mengikuti,misal untuk mengamalkan ajian tertentu si murid di suruh puasa selama sekian hari.dan mantranya harus di baca sekian kali juga.jadi peran guru,selain membimbing,mengawasi,menyelaraskan keilmuan yang cocok buat muridnya.juga membimbing agar sang murid tidak menyalahgunakan keilmuan yang telah di ajarkan dan membimbing menjadi orang yang waksito.

2.apa yang terjadi bila belajar ilmu gaib tanpa guru dan pengijasahan langsung?

-banyak orang yang belajar ilmu tanpa guru mengalami gangguan mental,dikarenakan ilmu yang di amalkan tidak cocok dan raga si pengamal belum siap menampung ilmu tersebut.karena di paksakan ingin juga menguasai ilmu tersebut maka di pastikan bisa mengakibatkan gangguan mental bahkan menjadi stres.sebelum sangguru mengijasahkan keilmuan pada si murid.harus di selaraskan dulu melalui proses pengijasahan yaitu dengan cara melalui nama lengkap,agama,dan nama ibu kandung..

"mengapa kok pakai ibu saya segala mbah.nanti ibu saya buat tumbal ilmu??"

pertanyaan di atas juga sering masuk dalam Hp saya.terkadang saya cuma tersenyum membaca pertanyaan seperti di atas.tapi saya sudah tahu.anda sebagai pemula belajar ilmu gaib sampai pertanyaan begituan masuk ke Hp saya.akan saya beberkan sedikit.untuk apa nama ibu kandung anda saya minta untuk pengijasahan suatu keilmuan.peran ibu kandung anda adalan untuk penyelarasan keilmuan,agar dapat dengan mudah anda kuasai dan cepat menyatu dalam darah daging anda.jadi keilmuan tersebut menyatu dan bisa anda kuasai dengan mudah lewat penyelarasan nama ibu anda.

3.apa sih pengijasahan ilmu itu mbah.??

-pengijasahan ilmu adalah memberikan/menurunkan keilmuan yang telah di ridoi dengan iklas oleh sang guru.jadi dengan demikian ilmu cepat dapat di kuasai karena sudah dapat restu dari sang pemilik atau yang mengijasahkan ilmu tersebut.ibarat anda mau pergi merantau.pasti anda akan meminta doa restu dari kedua orang tua anda.supaya anda di perantauan nanti berhasil,bisa sukses,selamat pergi di jalan sampai pulangnya kembali.begitu juga dengan suatu keilmuan. Sedikit saya beberkan pertanyaan-pertanyaan yang sering anda tanyakan kusus yang pemula belajar keilmuan.semoga bermanfaat dan mengerti pokok-pokok keilmuan dan kegunaan seperti pertanyaan di atas.

Trimakasih.Telah Sudi Membaca Uneg-Unek Saya.salam peseduluran.