ROH HALUS

Salah satu jenis zat yang diyakina roh halus dibagi dalam dua kelompok,yaitu yang berasal dari manusia dan yang bukan berasal dari manusia.roh-roh halus yang berasal dari manusia dibagi lagi dalam empat kelas yaitu;
1.kulit.
2.bayangan.
3.unsur jahat.
4.memiliki ilmu hitam.
                  Kulit.
Kulit dalah bagian dari tubuh seseorang yang telah meninggal yang memancar keluara dari tubuhnya.bagian kulit dari orang meninggal ini disebut juga sebagai badan astral.yang masih terikat kebadaniah.kulit atau badan astral ini,setelah seseorang meninggal secara perlahan menguap yang terkadang dapat dilihat dipemakaman yang dinamakan sebagai setan kuburan.

                   Bayangan.
Pada hari ketiga setelah orang meninggal,badan astral yang mempunyai fikiran,nafsu dan keinginan melepas kulitnya meninggalkan badan jasmaniah.melalui proses permunian,nafsu,keinginan dan kemauan di hilangkan.selanjutnya badan astralnya berpindah ke daerah rhokaniah.perpindahan ini disertai dengan kematian yang kedua,dimana ahirnya hanya tersisa badan astral yang keduanya dinamakan bayangan roh.
     Bayangan roh ini tidak dapat berfikir,tetapi masih saja dapat dihinggapi nafsu,keinginan,kemauan yang telah ditinggalkan oleh badan astralnya.bayangan roh tetap mengambang di udara sehingga pada ahirya hilang menguap.

                   unsur jahat.
Roh halus yang ketiga adalah yang berasal dari elemental atau unsur sosok,yaitu badan astral tanpa roh dari orang yang hidupnya jahat.karena orang ini selamanya hidupnya tidak bisa mengendalikan nafsu,kemarahan serta keinginan maka badan astralnya tidak dapat dipindah ke daerah rohaniah.dan dikutuk selama-lamanya untuk berada berkeliaran di muka bumi.
    Ternasuk dalam golongan roh-roh ini juga badan astral dari seseorang yang bunuh diri,orang yang dihukum mati,dan orang-orang yang meninggal sebelum waktunya disebabkan oleh kekerasan atau kematian mendadak.badan-badan astral dari manusia ini akan tetap melekat ke tubuhnya sampai saat kematian yang sesungguhnya.roh orang unsur jahat ini suka mengoda manusia dengan berbagai cara seperti melempar batu,meludahi,mengetok-ngetok pintu,atau membuat orang sakit dan membunuh seseorang dengan menempatkan sebuah tumbal.pemanfaatan unsur jahat juga dapat digunakan untuk membuat orang jatuh cinta dengan menempatkan dan menaruh guna-guna.

                  Memiliki ilmu hitam

Golongan yang keempat adalah roh yang mempunyai ilmu hitam.mereka dapat berubah wujud menjadi manusia yang tidak tampak,menjadi binatang,atau dalam bentuk lainya.manusia yang mempunyai ilmu hitan dapat mengubah dirinya menjadi bentuk yang diinginkan.yang orang jawa di sebut MEMEDI.akan tetapi bentuk ini akan bertahan selama empat puluh hari setelah kematianya.memedi ini termasuk golongan yang merusak,karena perubahan dirinya hanya dimaksudkan untuk melakukan kejahatan.

                                            WALLAHUALAM

Tulisan Terbaru

PERAN GURU DALAM BELAJAR ILMU GAIB

Apakan belajar keilmuan harus ada guru pembimbing?
Apa yang terjadi bila belajar ilmu gaib tanpa guru dan tanpa pengijasahan langsung?
Apakan pengijasahan itu mbah??

Bisa di katakan setiap hari ada sms masuk di hp saya pertanyaan seperti di atas.perlu saya sampaikan di sini,bagi anda sebagai pemula belajar keilmuan yaitu ilmu gaib yang mengandung khodam-khodam tertentu dan mengandung unsur magic yang tidak bisa di cerna oleh akal fikiran manusia. Di sini akan saya jelaskan sedikit tentang pertanyaan seperti di atas,agar di lain waktu bila anda ingin menguasai ilmu-ilmu gaib anda sudah mengerti arti dari peran guru dan pengijasahan langsung kusus anda sebagai pemula belajar ilmu gaib.

1.apakan belajar ilmu gaib harus ada guru pembimbing?

-harus..!peran guru di dalam mengajarkan ilmu gaib adalah sebagai penuntun,yaitu guru mengajarkan sang murid harus mengikuti,misal untuk mengamalkan ajian tertentu si murid di suruh puasa selama sekian hari.dan mantranya harus di baca sekian kali juga.jadi peran guru,selain membimbing,mengawasi,menyelaraskan keilmuan yang cocok buat muridnya.juga membimbing agar sang murid tidak menyalahgunakan keilmuan yang telah di ajarkan dan membimbing menjadi orang yang waksito.

2.apa yang terjadi bila belajar ilmu gaib tanpa guru dan pengijasahan langsung?

-banyak orang yang belajar ilmu tanpa guru mengalami gangguan mental,dikarenakan ilmu yang di amalkan tidak cocok dan raga si pengamal belum siap menampung ilmu tersebut.karena di paksakan ingin juga menguasai ilmu tersebut maka di pastikan bisa mengakibatkan gangguan mental bahkan menjadi stres.sebelum sangguru mengijasahkan keilmuan pada si murid.harus di selaraskan dulu melalui proses pengijasahan yaitu dengan cara melalui nama lengkap,agama,dan nama ibu kandung..

"mengapa kok pakai ibu saya segala mbah.nanti ibu saya buat tumbal ilmu??"

pertanyaan di atas juga sering masuk dalam Hp saya.terkadang saya cuma tersenyum membaca pertanyaan seperti di atas.tapi saya sudah tahu.anda sebagai pemula belajar ilmu gaib sampai pertanyaan begituan masuk ke Hp saya.akan saya beberkan sedikit.untuk apa nama ibu kandung anda saya minta untuk pengijasahan suatu keilmuan.peran ibu kandung anda adalan untuk penyelarasan keilmuan,agar dapat dengan mudah anda kuasai dan cepat menyatu dalam darah daging anda.jadi keilmuan tersebut menyatu dan bisa anda kuasai dengan mudah lewat penyelarasan nama ibu anda.

3.apa sih pengijasahan ilmu itu mbah.??

-pengijasahan ilmu adalah memberikan/menurunkan keilmuan yang telah di ridoi dengan iklas oleh sang guru.jadi dengan demikian ilmu cepat dapat di kuasai karena sudah dapat restu dari sang pemilik atau yang mengijasahkan ilmu tersebut.ibarat anda mau pergi merantau.pasti anda akan meminta doa restu dari kedua orang tua anda.supaya anda di perantauan nanti berhasil,bisa sukses,selamat pergi di jalan sampai pulangnya kembali.begitu juga dengan suatu keilmuan. Sedikit saya beberkan pertanyaan-pertanyaan yang sering anda tanyakan kusus yang pemula belajar keilmuan.semoga bermanfaat dan mengerti pokok-pokok keilmuan dan kegunaan seperti pertanyaan di atas.

Trimakasih.Telah Sudi Membaca Uneg-Unek Saya.salam peseduluran.